Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026 Dibuka, Guru Wajib Simak!
Pelatihan pendidikan inklusif kini resmi hadir sebagai program strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menjawab krisis kekurangan guru pendamping anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah-sekolah Indonesia. Program ini diluncurkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di SMP Negeri 16 Jakarta, Senin (20/4/2026), dan menyasar tenaga pendidik di 25 provinsi di seluruh Indonesia.
Pelatihan Pendidikan Inklusif untuk Menjawab Krisis Guru ABK
Pendiidkan inklusif menuntut setiap sekolah regular mampu mnerima dan melayani siswa dengan beragam kondisi, termasuk anak berkebutuhan khusus. Namun, pada kenyataanya di lapangan berbicara lain, jumlah guru yang terlatih untuk mendampingi ABK masih jauh dari kata cukup.
Mu’ti secara terbuka mengakui besarnya tantangan yang selama ini dihadapi.

“Program ini kami selenggarakan dengan maksud untuk memenuhi kebutuha guru professional untuk mendampingi anak yang berkebutuhan khusus. Sejauh ini, tantangan yang kita hadapi satu diantaranya adalah kekurangan guru professional yang berdedikasi dalam mendampingi anak yang berkebutuhan khusus,” ujarnya usai peluncuruan, dilansir dari kumparan, Senin (20/4/2026).
Dalam menjawab tantangan tersebut, program pelatihan pendidikan inklusif dirancang secara berjenjang, dimulai dari tingkat dasar, lanjut, hingga akhir. Tujuannya agar guru tidak hanya memahami konsep inklusivits secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara praktis di kelas.
“Program ini kami selenggarakan di 25 provinsi di Indonesia dan ini merupakan program untuk para guru pembimbing tingkat mahir. Secara keseluruhan, program ini akan terus dilaksanakan sehingga anak-anak berkebutuhan khusus dapat semakin terlayani di sekolah-sekolah inklusif,” lanjut Mu’ti, dilansir dari kumparan, Senin (20/4/2026).
Pelatihan pendidikan inklusif tingkat dasar angkatan pertama ini terbuka bagi guru dan tenaga kependidikan yang memenuhi dua syarat utama,dilansir dari detikEdu, Kamis (23/4/2026):
- Berasal dari sekolah formal maupun nonformal pada jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah
- Telah memiliki akun belajar.id sebagai akses masuk ke platform pelatihan digital
Cara Daftar dan Jadwal Lengkapnya
Pendaftaran pelatihan pendidikan inklusif dilakukan secara daring melalui platform Ruang GTK. Dengan langkah-langkah seperti berikut, dilansir dari detikEdu, Kamis (23/4/2026):
- Kunjungi laman guru.kemendikdasmen.go.id
- Klik layanan “Diklat”
- Login menggunakan akun belajar.id
- Pilih tab “Semua Diklat”, lalu cari dan klik “Pendidikan Inklusif Tingkat Dasar”
- Periksa informasi periode, penyelenggara, dan kuota yang tersedia
- Jika masuk kuota, kelas akan dibuka sesuai jadwal pelatihan
Pelatihan pendidikan inklsif tingkat dasar akan diselenggarakn dalam delapan angkatan sepanjang tahun 2026. Berikut jadwal lengkapnya, dilansir dari detikEdu, Kamis (23/4/2026):
| Angkatan | Pendaftaran | Pelaksanaan |
| Angkatan 1 | 23 – 30 April 2026 | Mei 2026 |
| Angkatan 2 | 23 – 31 Mei 2026 | Juni 2026 |
| Angkatan 3 | 23 – 30 Juni 2026 | Juli 2026 |
| Angkatan 4 | 23 – 30 Juli 2026 | Agustus 2026 |
| Angkatan 5 | 23 – 31 Agustus 2026 | September 2026 |
| Angkatan 6 | 23 – 30 September 2026 | Oktober 2026 |
| Angkatan 7 | 23 – 31 Oktober 2026 | November 2026 |
| Angkatan 8 | 23 – 30 November 2026 | Desember 2026 |
Bagi guru yang belum sempat daftar di angkatan pertama, masih ada tujuh angkatan berikutnya yang bisa diikuti sepanjang tahun.
Dukungan DPR terhadap Program Pelatihan Pendidikan Inklusif
Peluncuran program pelatihan pendidikan inklusif ini turut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah yang hadir secara langsung di lokasi acara. ia menilai langkah Kemendikdasmen sebagai respon atas keluhan terbatasnya guru pendamping yang terlatih di lapangan.
“Adanya program ini mudah-mudahan kekurangan yang ada bisa terpenuhi. Memang tidak bisa semuanya sekaligus, bertahap. Tapi ini adalah satu langkah yang luar biasa,” ujar Himmatul, dilansir dari kumparan, Senin (20/4/2026).
pelatihan pendidikan inklusif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan tujuh pilar kebijakan akomodasi yang layak di sektor pendidikan, memastikan setiap peserta didik, apapun kondisinya, berhak mendapatkan layanan belajar yang berkeadilan, inklusif, dan bebas dari diskriminasi.
Demikian informasi mengenai pelatihan pendidikan inklusif, semoga dapat mendorong lebih banyak guru berpartisipasi aktif demi terwujudnya ruang belajar yang ramah dan setara bagi seluruh anak Indonesia.
~nsm
