| |

LPDP 2026: Penambahan Kuota dan Sorotan Alokasi Beasiswa

Beasiswa LPDP 2026 – Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada tahun anggaran 2026. Namun kebijakan ini juga memicu perdebatan di tengah publik terkait alokasi kuota dan fokus bidang studi, khususnya prioritas yang diberikan bagi studi sains dan teknologi.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengumumkan bahwa total kuota Beasiswa LPDP 2026 yang disediakan untuk tahun 2026 adalah 5.750 kursi. Jumlah ini jauh lebih besar dibanding rencana awal pada 2025 yang sekitar 4.000 penerima.

Rincian alokasi kuota beasiswa tersebut adalah sebagai berikut:

  • 1000 kursi untuk Beasiswa Garuda jenjang S1.
  • 4000 kursi untuk jenjang S2 dan S3.
  • 750 kursi khusus untuk program pendidikan dokter spesialis.LPDP

“Negara hadir memastikan anak-anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Brian di Jakarta, Senin (19/1/2026) pada tvonenews.com.

Kebijakan kuota baru LPDP 2026 ini sekaligus selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang meminta pemerintah untuk lebih memprioritaskan dukungan pembiayaan pendidikan pada bidang-bidang strategis seperti sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).

“Arahan tersebut menekankan perlunya peningkatan alokasi beasiswa LPDP bagi bidang STEM,” ungkap Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/26) pada tempo.co.

Dalam arahan tersebut, Presiden menginginkan agar sekitar 80 persen dari total alokasi Beasiswa LPDP 2026 difokuskan kepada bidang STEM. Secara garis besar, prioritas ini dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan percepatan pembangunan nasional dan persaingan di era global.

Selain itu juga, prioritas tersebut mencerminkan orientasi negara terhadap pembentukan talenta yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga strategis dalam mendukung agenda pembangunan industri dan teknologi nasional.

Jenis Beasiswa yang Ditawarkan LPDP

Program LPDP 2026 tetap memberikan berbagai jenis beasiswa sesuai kebutuhan calon penerima. Berdasarkan data resmi pendaftaran, ada empat skema beasiswa yang ditawarkan:

  1. Beasiswa Reguler (Umum), untuk Warga Negara Indonesia yang berprestasi, mendukung studi S2 hingga S3 dengan opsi fully funded ataupun parsial.
  2. Beasiswa Afirmasi, khusus bagi pendaftar dari kelompok rentan seperti wilayah tertinggal, keluarga berpendapatan rendah, atau penyandang disabilitas.
  3. Beasiswa Kolaborasi, skema bersama mitra institusi mitra yang sejalan dengan prioritas nasional.
  4. Beasiswa Targeted, program untuk kelompok tertentu termasuk ASN, pelaku usaha, hingga dokter spesialis

Meski penambahan kuota dan arahan prioritas bidang STEM dipandang sebagai langkah progresif, kebijakan ini juga memicu perdebatan. Beberapa pihak menilai bahwa peningkatan fokus pada STEM berpotensi mengurangi ruang bagi bidang ilmu lain, seperti ilmu sosial dan humaniora, yang juga memiliki peran penting dalam pembangunan nasional.

Pakar pendidikan menyatakan bahwa kebutuhan lulusan di bidang STEM memang penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap tenaga ahli asing dan memperkuat kemandirian teknologi Indonesia.

Namun, kritik muncul bahwa alokasi yang terlalu condong pada satu rumpun ilmu bisa mengabaikan kontribusi lintas disiplin lain dalam pembangunan masyarakat. Peningkatan kuota Beasiswa LPDP 2026 diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan tinggi, tetapi juga diiringi kebijakan alokasi yang adil dan berimbang.

Dengan pengelolaan yang tepat, Beasiswa LPDP 2026 diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia unggul dari berbagai disiplin ilmu untuk mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.

-nsm

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *