guru honorer
|

SUDAH WAKTUNYA! Sinyal Mendikdasmen untuk Guru Honorer

Guru Honorer– Guru merupakan sosok penopang utama dalam pendidikan suatu negara. Tiap hari mereka menjaga dinamika pembelajaran di kelas, mulai dari menyusun rancangan pembelajaran, memastikan kelas tetap berjalan, dan menemani murid untuk berkembang. Meskipun dalam kondisi lapangan seringkali tidak mudah terutama bagi guru honorer atau guru non-ASN.

Di tengah maraknya perbincangan terkait transformasi pendidikan nasional, perhatian terhadap kesejahteraan mereka kembali meningkat setelah Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Abdul Mu’ti, menyampaikan rencana penataan ulang skema penggajian.

“Pemerintah terus memperbaiki skema tunjangan sertifikasi bagi guru ASN maupun non-ASN. Ia menjelaskan bahwa sejak tahun lalu pemerintah sudah menyalurkan insentif untuk guru honorer sebesar Rp300 ribu per bulan, dan pada tahun mendatang jumlah tersebut direncanakan bertambah menjadi Rp400 ribu per bulan”. Ujarnya dalam Puslapdik Kemendikdasmen.

Abdul Mu’ti pun menegaskan bahwa peran guru jauh melampaui rutinitas mengajar atau menyelesaikan administrasi. Guru hadir sebagai sosok yang membentuk karakter, membangun cara pikir, dan menjadi bagian penting dari perjalanan peradaban sebuah bangsa. Kemuliaan profesi ini tidak hanya terlihat dari apa yang mereka lakukan di kelas, tetapi dari ketulusan mereka dalam memberi layanan pendidikan setiap hari.

Dengan memahami posisi sebesar itu, wajar jika perhatian terhadap kesejahteraan guru terutama guru non-ASN kembali menjadi pembahasan penting dalam agenda perubahan pendidikan. Pernyataan ini membuka harapan baru sekaligus membawa banyak pertanyaan tentang arah perubahan yang sebenarnya ingin dicapai. Hal ini merupakan sinyal awal perubahan kebijakan penggajian bagi guru honorer sebagai tanda bahwa posisinya mulai mendapat ruang lebih serius dalam agenda reformasi pendidikan.

Dampaknya tidak hanya terlihat pada bertambahnya nilai insentif, tetapi juga kesejahteraan mereka meningkat secara bertahap, ruang untuk berkreasi, dan mengembangkan cara mengajar yang lebih relevan akan semakin terbuka. Guru honorer dapat lebih leluasa menata strategi pembelajaran tanpa terbebani oleh persoalan ekonomi yang selama ini sering menghimpit.

Meskipun begitu, langkah ini masih memerlukan tindak lanjut agar perubahan betul-betul terasa merata. Setiap daerah memiliki tantangan berbeda, terutama wilayah yang jauh dari pusat kota. Penataan administrasi, mekanisme penyaluran insentif, hingga pemerataan akses pelatihan masih perlu diperkuat agar guru honorer di seluruh Indonesia dapat merasakan manfaat kebijakan dengan porsi yang sama.

Perubahan yang sedang berlangsung ini membutuhkan kesinambungan agar tidak berhenti sebagai kebijakan sesaat, melainkan menjadi bagian dari sistem yang benar-benar mendukung karier guru honorer. Pada akhirnya, harapan terbesar dari berbagai langkah ini adalah terbangunnya ekosistem pendidikan yang lebih adil dan manusiawi. Guru honorer telah menjadi bagian penting dari sekolah selama puluhan tahun, dan kebijakan yang lebih terarah dapat menjadi pijakan baru bagi mereka untuk terus berkembang.

Jika kesejahteraan mereka membaik, kualitas pembelajaran yang diterima siswa pun ikut bertumbuh. Transformasi pendidikan yang diimpikan bersama hanya dapat berjalan apabila para gurunya merasa dihargai dan diberi kesempatan untuk maju.

 

-nsm.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *